Gelisah (lagi)

Seperti halnya berapa malam terakhir

Rasa mulas yang berpusat di dada kembali datang

Tepat ketika aku berniat menyudahi hari

Andai ini di perut, pasti aku sudah kentut, atau bisa aku oles minyak kayu putih cap gajah biar hangat

Sederet alasan yang bisa menjadi cikal kegelisahan sudah aku jabarkan di secarik kertas, semalam

Banyak sekali

Dari sekian banyak itu, aku tak tahu pasti mana porsi mendominasi penyebab gelisah ini

Atau masih adakah yang terlewat?

Hingga malam ini pun, seolah aku dipaksa untuk menuliskannya kembali

Tapi apa?

Gelisah itu milik hati, aku selalu bertanya pada hati, “Ada Apa?”. Namun, hati melemparkan pertanyaanku pada pikir.

“Pikir” menulis di kepala ini serentet ketakutan, ketidakpastian, kepalsuan, kerinduan yang terbesit.

Tak ia rangkum, semua diserahkan kepadaku. Mentah-mentah.

Lagi-lagi mentah.

Selamat tidur, Jakarta, 22 May 17, 12.30 AM